Dasar CSS
Untuk dapat mengerti bagaimana menggunakan CSS, terlebih dahulu
kita harus mengerti tiga istilah dasar yang digunakan dalam CSS, yaitu
selector, property, dan value. Pembahasan mengenai makna dari ketiga istilah
tersebut akan dilakukan pada bagian selanjutnya.
Selector
Sebagai bahasa yang digunakan untuk memberikan gaya tampilan,
CSS menggunakan metode deklaratif untuk menspesifikasikan bagian HTML yang
ingin diberikan gaya tampilan. Pemilihan elemen HTML dilakukan dengan
menspesifikasikan selector. Kode di bawah memberikan contoh dari sebuah selector, yang
dapat digunakan untuk memberikan gaya tampilan terhadap seluruh elemen p yang ada pada dokumen
HTML:
p {
....
}
Pada kode di atas, yang dikatakan selector ialah kode “p”. Singkatnya, sebuah
selector merupakan seluruh kode yang berada sebelum “{}”.
Selector yang diberikan pada kode di atas melakukan pemberian
gaya pada seluruh elemen p yang ada dalam dokumen. Selain memberikan desain pada seluruh
elemen seperti ini, selector juga dapat memberikan desain secara lebih
spesifik: melalui klasifikasi, identitas, ataupun berbagai atribut lainnya dari
sebuah elemen. Pembahasan selector secara mendalam dapat ditemukan pada bab.
Property
Sebuah properti menentukan berbagai parameter desain yang dapat
diubah dari sebuah elemen yang dipilih oleh selector. Untuk lebih mudahnya,
perhatikan kode di bawah:
p {
color: ...;
font-size: ...;
}
Pada kode di atas, yang dikatakan property ialah kode yang
berada sebelum titik dua (“:”). Kegunaan dari kedua properti tersebut tentunya cukup jelas
dari nama yang diberikan, yaitu color untuk memberikan warna pada elemen p, dan font-size untuk mengubah ukuran teks. Terdapat sangat banyak properti yang
dapat digunakan, tetapi pembahasan mengenai detil pengunaan tiap-tiap properti
tidak akan dilakukan pada buku ini. Jika terdapat pengunaan properti baru,
penjelasan akan diberikan pada bagian yang relevan. Daftar properti sendiri
dapat dibaca di.
Value
Value merupakan nilai dari property yang ingin kita berikan.
Nilai yang dapat diberikan sendiri berbeda-beda, tergantung dengan jenis
property-nya. Misalnya, jika ingin memberikan nilai warna, kita harus
memberikan nilai dalam format#RRGGBB (kombinasi nilai heksa merah-hijau-biru yang biasa digunakan
pada program pengolah grafis seperti Photoshop). Ketika ingin memberikan nilai
ukuran, kita dapat memberikan nilai dalam format nilai px atau nilai em. Untuk lebih jelasnya, kode berikut memberikan contoh value
dari properti yang ada pada kode sebelumnya:
p {
color: #FFFF00;
font-size: 50px;
}
Sintaks CSS
Setelah mengerti makna dari Property, Value, dan Selector, kita
dapat melihat bahwa sintaks dari CSS adalah seperti yang ditampilkan pada
gambar berikut:
Sintaks CSS
Ingat, bahwa pada satu selector dapat diaplikasikan banyak
property, dan masing-masing property akan memiliki value yang berbeda-beda,
bergantung kepada apa yang direpresentasikan oleh property tersebut.
Penyingkatan Nilai dari Property
Ketika memberikan nilai untuk property, sintaks CSS memungkinkan
kita untuk menyingkat nilai yang diberikan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
kode berikut:
/*
Bentuk Panjang
*/
p {
margin-top : 10px;
margin-right : 20px;
margin-bottom : 10px;
margin-left : 20px;
}
/*
Bentuk Singkat (1)
*/
p {
margin: 10px 20px;
}
/*
Bentuk Singkat (2)
*/
p {
margin: 10px;
}
Pada bentuk panjang pada kode di atas, nilai margin atas, kanan,
bawah, dan kiri diberikan satu per satu, sesuai dengan property yang ada.
Penulisan ini dapat kita singkat dengan menggunakan hanya property margin dan
dua value, yang secara otomatis akan mengisikan nilai top dan right, kemudian
bottom dan left. Bentuk singkat kedua memberikan nilai keempat margin dengan
satu value.
Perlu diingat bahwa tidak semua property dapat diisikan dengan
menggunakan penulisan singkat ini. Beberapa (tetapi tidak semua) property yang
dapat dituliskan secara singkat misalnya: margin, padding, border, dan
background. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai property tersebut
silahkan baca dokumentasi property CSS yang bersangkutan.
Mengimplementasikan CSS pada HTML
Setelah HTML selesai dituliskan, kita dapat mereferensikan CSS
kepada HTML yang ada agar desain yang dispesifikasikan oleh CSS dapat
diaplikasikan pada HTML. Terdapat tiga cara untuk memberikan referensi CSS,
yaitu:
Referensi ke File
Eksternal
Kita dapat memberikan referensi ke sebuah file CSS yang berada
di luar HTML. Cara referensi CSS seperti ini seringkali dianggap sebagai best practice dalam pengembangan web.
Penulisan CSS pada Elemen
Head
CSS yang ingin diaplikasikan pada sebuah dokumen HTML dapat juga
dituliskan pada bagian head dari sebuah dokumen. Penulisan CSS seperti ini tidak disarankan,
karena umumnya elemen-elemen yang ada dalam sebuah dokumen akan digunakan
kembali pada dokumen lain. Penulisan CSS langsung pada bagian head akan menyebabkan
elemen-elemen yang berulang harus dituliskan ulang pada dokumen lain juga.
CSS di dalam Atribut
style pada Elemen
Menuliskan CSS di dalam atribut style pada elemen HTML (atribut
ini dimiliki oleh semua elemen) merupakan cara terakhir, yang juga tidak
disarankan karena penulisan seperti ini akan “mengotori” kode HTML. HTML dibuat
dengan tujuan untuk memberikan makna semantik untuk konten, bukan desain. Begitupun,
metode ini biasanya digunakan untuk manipulasi gaya yang dilakukan secara
dinamis, melalui Javascript (yang tidak mengotori kode HTML, karena biasanya
atribut baru diisikan setelah HTML selesai dibaca oleh browser).
Untuk lebih jelasnya, kode di bawah memberikan contoh cara
melakukan referensi CSS pada sebuah dokumen HTML:
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<title>Pengenalan HTML</title>
<!-- Referensi pada
Elemen Head -->
<style type="text/css">
h1 {
color: red;
}
</style>
<!-- Referensi pada
file eksternal -->
<link rel="stylesheet" href="style.css">
</head>
<body>
<h1>Berita Utama</h1>
<p>
Elemen h1
digunakan untuk menandakan sebuah header dari teks
(h1 == header 1).
Konten teks ini sendiri berada di dalam
sebuah paragraf,
yang ditandai oleh elemen p.
</p>
<!-- CSS langsung
pada atribut style -->
<p style="font-weight:
bold;">
Paragraf kedua.
</p>
</body>
</html>
Mari kita coba jalankan kode yang ada pada kode di atas! Sebelum menjalankan kode tersebut, tentunya kita harus membuat file style.css yang direferensikan oleh elemen link pada kode di atas terlebih dahulu. Simpan kode di atas pada sebuah file bernama referensi-css.html, dan kemudian buat sebuah file baru dengan nama style.css di dalam direktori yang sama dengan referensi-css.html.
Isikan file style.css dengan kode berikut:
p {
font-size: 50px;
}
Sedikit catatan untuk mereferensikan file CSS eksternal, pada kode di atas, file style.css harus berada di dalam direktori yang sama karena atribut href diisikan tanpa penunjuk direktori. Jika misalnya kita ingin menyimpan file pada direktori yang berbeda, maka kita dapat menambahkan direktori sebelum nama file. Misalnya jika file disimpan dalam subdirektori “style”, kita dapat mengisikan style/style.css pada atribut href.
Setelah selesai menyimpan referensi-css.html dan style.css, jalankan referensi-css.html dan lihat hasilnya, seperti pada gambar berikut:
Hasil Eksekusi
referensi-css.html
Perhatikan bagaimana CSS mempengaruhi penampilan dari HTML,
hanya dengan sedikit deklarasi kode. Gambar berikut menunjukkan perbandingan
dokumen HTML yang memiliki CSS dan tidak memiliki CSS:
Perbandingan Dokumen HTML
dengan CSS dan Tanpa CSS
Teks pada elemen h1 berubah menjadi warna merah karena CSS yang berada pada bagian atas dokumen, paragraf memiliki teks yang sangat besar (50px) karena CSS dari file style.css, dan paragraf kedua (dan hanya paragraf kedua) dicetak tebal karena CSS yang berada di atribut style pada paragraf kedua. Ketiga CSS yang terpisah tersebut berjalan dengan baik.
Teks pada elemen h1 berubah menjadi warna merah karena CSS yang berada pada bagian atas dokumen, paragraf memiliki teks yang sangat besar (50px) karena CSS dari file style.css, dan paragraf kedua (dan hanya paragraf kedua) dicetak tebal karena CSS yang berada di atribut style pada paragraf kedua. Ketiga CSS yang terpisah tersebut berjalan dengan baik.
Yang juga perlu diingat, cara terbaik dalam mereferensikan CSS
ialah dengan referensi ke file eksternal. Cara ini memungkinkan kita hanya
menggunakan satu file CSS untuk seluruh web yang dikembangkan. Perubahan desain
juga dapat dilakukan dengan mudah, hanya mengubah satu buah file saja. Pengguna
juga hanya perlu melakukan sedikit download (karena seluruh file berada di satu
tempat, dan seringkali browser akan menggunakan teknologi caching untuk tidak
melakukan download berulang kali pada file yang sama).



0 komentar:
Post a Comment